Turun harga! Ya Allah Kenapa Aku Diuji Lihat lebih detail

Ya Allah Kenapa Aku Diuji

Baru

DETAIL PRODUK

Judul: Ya Allah Kenapa Aku Diuji

Penulis: Ibnu Qayyim al-jauziyah

Penerbit: Zaman

Genre: Agama & Filsafat

Cetakan: Juli 2010

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 188 halaman

ISBN: 978-979-024-231-9

Berat: 147 Gram

Lebih detail

Produk ini telah habis stok

Dengan membeli produk ini Anda bisa mengumpulkan poin sampai 200 loyalitas poin. Total keranjang belanja Anda 200 poin yang dapat dikonversi menjadi voucher dari Rp‎ 400.


Rp‎ 20.000

-20%

Rp‎ 25.000

Info lainnya

SINOPSIS

Rahasia mahapenting untuk menyikapi kenyataan dan menjemput pertolongan Allah KENAPA AKU DIUJI?KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG KUIDAM-IDAMKAN?KENAPA UJIAN SEBERAT INI? AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?Pernahkah Anda mendengar orang merintih, “Ya Allah, apa dosaku hingga Engkau melakukan ini kepadaku?!”Ada pula yang bertanya: “Kenapa orang baik-baik kadang hidupnya sengsara dan orang bejat malah bergelimang nikmat?”Hidup memang tidak selalu mudah untuk dilalui.  Tetapi, para nabi dan orang-orang arif telah memberi contoh bahwa mereka bisa menghadapi hidup dan melewati kesulitannya dengan sebaik-baiknya. Apa rahasia kesuksesan mereka?  Apa yang kita perlukan agar lulus dalam setiap ujian dan cobaan hidup?Menurut Al-Quran, cobaan berlaku kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja (QS 29: 1-3).

Tak ada tempat di dunia ini yang  bisa melindungi kita dari cobaan hidup. Allah Maha Melihat dan Maha Memberikan pelajaran. Cobaan hidup juga merupakan salah satu cara mempersiapkan kita menerima kenikmatan yang jauh lebih besar. Kesadaran inilah yang mengubah peristiwa paling menyakitkan sekalipun menjadi momen emas pembelajaran.Bagian kedua buku ini menyuguhkan KAMUS BAHAGIA—30 rahasia hidup lebih nyaman, tenteram, dan damai  dari Dr. Al-Qarni. Penulis La Tahzan ini membantu kita menyarikan dari puluhan buku tentang kebahagiaan.  Buku ini laksana ranting pohon kemangi—tutur beliau--ringan dibawa, harum semerbak, bisa diletakkan di laci meja atau di samping bantal. Layaknya kamus, ia bisa dirujuk kapan saja dan di mana saja.

PENULIS

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyoub bin Sa’ad al-Zar’i al-Dimasyqi al-Hanbali. Ia lahir pada 7 Safar 691 H (4 Februari 1292 M) di desa Izra di Hauran, dekat kota Damaskus (Syria). Ia meninggal di usia 60 tahun, tepatnya pada malam 13 Rajab 751 H (23 September 1350), dan dimakamkan di sebelah makam ayahnya di Pemakaman Al-Bab as-Saghir (Damaskus).

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah memiliki keahlian di berbagai bidang ilmu. Ia dikenal ahli dalam bidang tafsir Al-Qur’an, hadits, ilmu kalam, fiqih dan usul fiqih, tapi juga ahli di bidang astronomi, kimia, psikologi, dan filsafat. Tapi lewat berbagai karyanya yang amat banyak, ia kemudian lebih diakui sebagai ‘ahli penyakit hati’ dan ilmu hadits-fiqih.

Gurunya yang pertama adalah ayahnya sendiri, yaitu Abu Bakar, yang mengajarkan ushuluddin (studi dasar-dasar agama).  Ia juga belajar pada Shihaab al-’Abir, Taqiyyuddin Sulaiman, Safiyyuddin al-Hindi, Ismail bin Muhammad al-Harrani dan lainnya. Namun gurunya yang paling terkenal adalah Syaikhul-lslam Ibnu Taimiyah (661-728 H / 1263-1328 M). Ibnu Qayyim menemani dan belajar dari Ibnu Taimiyah selama enam tahun, sampai guru besarnya itu meninggal di dalam penjara akibat fitnah orang-orang yang tidak suka dengan pemahamannya.

Ia juga menekuni tasawuf. Bidang inilah yang membedakannya dengan Ibnu Taimiyah yang bermazhab Hambali. Menurut Ibnu Katsir, salah seorang muridnya, Ibnu Qayyim senang beribadat dan peribadinya disukai masyarakat. “Aku tidak pernah melihat pada zaman kami ini, orang yang kuat beribadat seperti Ibnu Qayyim. Apabila sembahyang, sembahyangnya begitu lama. Beliau memanjang rukuknya dan juga sujudnya,” katanya.

Menurut peneliti Islam Dr. Iwadullah Jad Hijazi, karya Ibnu Qayyim dalam ilmu pengetahuan dan agama berjumlah 66 buah. Dalam bidang tafsir, Ibnu Qayyim menulis Kitab al’Tibyan fi Iqsam Al’Qur’an, Tafsir al-Muuawwizatayn, dan Tafsir Surah al-Fatihah yang terdapat dalam kitabnya Madarij al-Salikin.
Dalam bidang hadits, Ibnu Qayyim menulis Tahdhib al-Siman karya Abu Dawud, al-Wabilal Sayyab min al-Kalam al-Tayyib dan sebagainya.

Dalam fiqh dan ushul fiqh menyumbangkan karya kitab Ilam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-’Alarum, al-Fawa’id li Ibn Qayyim, al-Turuq al-Hukmiyyah fi al-Siyysah al-Shar’iyyah, dan lainnya. Sedangkan di bidang tasawuf (tazkiyatun nafs), ia menulis Madarij al-Salikin, Rawdah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Mushtaqin, Kitab al-Ruh, Hadi al-Arwah ila Bilad al-Afrah, Miftah dar al-Sa’adah, dan lain-lain.

Ia juga menulis beberapa kitab dalam bidang ilmu kalam, filsafat, dan sejarah.
Dalam hidupnya, Ibnu Qayyim sangat menekankan prinsip, bahwa hidup di dunia ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah Ta’ala. Menurutnya, ujian yang dikenakan ke manusia itu pada dasarnya anugerah Allah, sebab dengan ujian dan anugerah itulah Allah Ta’ala menampakkan kasih sayang-Nya.

Karena sikapnya yang kritis, pemerintah memenjarakan Ibnu Qayyim bersama gurunya, Ibnu Taimiyah. Ia juga dihina dan diarak berkeliling serta didera dengan cambuk di atas seekor onta. Setelah gurunya wafat, barulah Ibnu Qayyim dilepaskan.

Meski sudah dilepas, tapi ia tetap kritis dan berpegang pada ijtihad serta menjauhi taqlid. Ia mengambil istinbath hukum berdasarkan petunjuk Al-Quran, Sunnah Nabawiyah, dan fatwa-fatwa shahih para sahabat. Karena itu, tak heran bila banyak tokoh-tokoh ternama pernah menjadi muridnya. Di antaranya, anaknya sendiri yang bernama Syarafuddin Abdullah dan Ibrahim, juga Ibnu Katsir ad-Dimasyqi dan Ibnu Rajab al-Hambali al-Baghdadi.

Review

Tulis komentar Anda

Ya Allah Kenapa Aku Diuji

Ya Allah Kenapa Aku Diuji

DETAIL PRODUK

Judul: Ya Allah Kenapa Aku Diuji

Penulis: Ibnu Qayyim al-jauziyah

Penerbit: Zaman

Genre: Agama & Filsafat

Cetakan: Juli 2010

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 188 halaman

ISBN: 978-979-024-231-9

Berat: 147 Gram

Tulis komentar Anda