Turun harga! Belajar Khusyuk Lihat lebih detail

Belajar Khusyuk

Baru

DETAIL PRODUK

Judul: Belajar Khusyuk

Penulis: Izzuddin ibn Abdussalam dan Ibn Qayyim al-Jauzyah

Genre: Self-help & Motivasi

Cetakan: November 2013

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 204 halaman

ISBN: 978-602-1687-00-0

Berat: 165 Gram

Lebih detail

Produk ini telah habis stok

Dengan membeli produk ini Anda bisa mengumpulkan poin sampai 240 loyalitas poin. Total keranjang belanja Anda 240 poin yang dapat dikonversi menjadi voucher dari Rp‎ 480.


Rp‎ 24.000

-20%

Rp‎ 30.000

Info lainnya

SINOPSIS

Shalat bukan sekadar bacaan dan gerakan, melainkan juga pengetahuan dan sikap. Dengan mewajibkan shalat, Islam berupaya mendisiplinkan pemeluknya dan menjaga mereka agar selalu menyadari kehadiran Allah. Dengan shalat, orang mengosongkan kesadaran dari kesibukan sehari-hari, berkonsentrasi pada Allah dan kehadiran serta kehendak-Nya, yang berarti mengangkat diri ke yang mutlak dan universal. Berkat shalat, orang tampil lebih siap menghadapi hidup dan problemnya dibandingkan sebelumnya. Pendeknya, selain membiasakan kaum muslim dengan irama hidup yang sehat, shalat memberikan kepuasan jiwa, emosi, dan ruhani secara seimbang.

Kandungan salat, gagasan yang disodorkan kepada benak melalui bacaannya, memperkuat tekad diri untuk berbuat kebajikan, menjauhi keburukan, mengisi dunia dengan kedamaian. Selamat menikmati suguhan dua ulama klasik ternama yang menuntun kita memahami makna di balik setiap gerakan dan bacaan shalat kita agar lebih khusyuk dan tumakninah.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan mereka akan kembali kepada-Nya. (Q.S. al-Baqarah [2]: 45) 

“Sesungguhnya seseorang hamba yang shalat tidak dituliskan untuknya seperenam atau sepersepuluhnya; yang dituliskan untuknya sesuai dengan yang dipahaminya dari ibadah itu,” (HR Abû Dâwud, al-Nasâ’î, dan Ibn Hibbân).

PENULIS

Abu Muhammad, Izzuddin Abdul Aziz bin Abdussalam bin Abul Qosim bin Al-Hasan bin Muhammad bin Muhadzdzab As-Sulmi Al-Maghrobi Ad-Damasyqi Al-Mishri Asy-Syafi’i, begitulah nama, nasab dan nisbat beliau. Ia dilahirkan di Damaskus. Mengenai tahun kelahirannya, para sejarawan berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, ia dilahirkan pada tahun 577 H. Sebagian mencatat bahwa ia lahir tahun 578 H. Namun pendapat pertama lebih kuat. Imam agung ini wafat pada tahun 660 H di Kairo.

Imam Izzuddin Ibnu Abdissalam dilahirkan dari keluarga miskin dan dari keturunan biasa, karena itulah sangat sedikit informasi yang didapat mengenai kehidupan masa kecil beliau dan sejarah nenek moyang beliau, karena memang beliau bukanlah keturunan seorang ulama’, orang terpandang, atau pemimpin pemeritahan. Syaikh Ibnu As-Subki mengisahkan, bahwa pada masa awal hidupnya Imam Izzuddin sangat faqir, karena itulah beliau baru mulai menuntut ilmu pada usiau tua. Namun begitu, beliau sangat bersemangat menghafalkan kitab dan giat belajar, dan secara berkala mengaji pada para ulama’ besar pada masa beliau.

Gelar Izzuddin diberikan sesuai dengan adat pada masa itu. Setiap khalifah, sultan, pejabat, terlebih lagi para ulama diberi tambahan gelar pada namanya. Gelar ini nantinya lebih melekat dalam dirinya. Sehingga ia lebih dikenal dengan nama Izzuddin bin Abdussalam atau Al-Izz bin Abdussalam.

 Di samping itu, ia juga digelari Sulthan Al-Ulama (raja para ulama) oleh muridnya, Ibnu Daqiq Al-id. Ini sebagai legitimasi atas kerja keras beliau menjaga reputasi para ulama pada masanya. Usaha itu diimplementasikan dalam sikap-sikapnya yang tegas saat melawan tirani dan kediktatoran. Beliaulah yang mengomandani para ulama dalam beramar ma’ruf nahi mungkar. 

Selama beberapa tahun ia menjabat qadhi di kota Damaskus. Namun, karena tidak sejalan dengan penguasa di kota itu, beliau hijrah menuju Mesir. Ia akhirnya bermukim di kota Kairo. Najmuddin Ayyub, penguasa kota saat itu, menyambut kedatangannya. Ia kemudian ditasbihkan sebagai khatib masjid Jami’ Amr bin Al-Ash dan Qadhi di Kairo.

Di antara karya-karya beliau adalah Maqashid al-Shalah (yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Zaman dengan judul Belajar Khusyuk), Al-Qawaid Al-Kubro, Al-Qawaid As-Shughra Qawaidhul Ahkam fi Masalihil Anam, Al-Imamah fi Adillatil Ahkam, Al-Fatawa Al-Misriyah, Al-Fatawa Al-Maushuliyah, Majaz Al-Qur’an, Syajarah Al-Ma’arif, At-Tafsir, Al-Ghayah fi Ikhtishar An-Nihayah, Mukhtasar Shahih Muslim dan lain-lain.

Review

Tulis komentar Anda

Belajar Khusyuk

Belajar Khusyuk

DETAIL PRODUK

Judul: Belajar Khusyuk

Penulis: Izzuddin ibn Abdussalam dan Ibn Qayyim al-Jauzyah

Genre: Self-help & Motivasi

Cetakan: November 2013

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 204 halaman

ISBN: 978-602-1687-00-0

Berat: 165 Gram

Tulis komentar Anda